Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat ini. Dan memang demikianlah adanya, karena pada suatu ketika, kita akan menyadari bahwa seberapa hebatnya kemampuan kita dan sematang-matangnya rencana kita, tetap saja kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Baik itu rezeki, jodoh dan sebagainya, namun sekali lagi manusia hanya bisa berencana dan berusaha. Semua tetap Allah yang menentukan. Siapa orangnya yang menginginkan hidup susah, dapat jodoh yang buruk, hidup penuh dengan kemiskinan, ya minimal mereka pasti berharapo yang sedang-sedang saja atau cukup. Siapa orangnya juga yang tidak berharap Allah Maha Mengetahui kebaikan yang berlipat ganda dalam penciptaan manusia dibanding dengan kekhawatiran para malaikat atas kejelekan yang akan muncul dari mereka. Allah 'azza wa jalla berfirman, "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak mengetahuinya." (al-Baqarah: 30) Kita sebagai manusia hanya dapat berencana, akan tetapi semua apa yang telah direncanakan oleh manusia, Allah lah yang nantinya akan menentukan, karena pilihan Allah adalah yang terbaik bagi hamba-Nya, maka jangankah berharap terhadap rencana manusia, belum tentu yang direncanakan menjadi yang terbaik baginya, berharaplah kepada Sang Pencipta Dari dua pernyataan Tuhan melalui nabi Yeremia dan Yesaya kita dapat mengerti bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki rancangan atau rencana yang sangat baik bagi setiap kita; rancangan damai sejahtera, namun bukan seperti yang direncanakan manusia, jauh melampaui apa yang dapat manusia bayangkan dan pikirkan. iOIB.

manusia bisa berencana allah yang menentukan